Asal-Usul

Semua Tentang Sejarah dan Asal--Usul .

Sejarah Pepsi-Cola . Di Indonesia banyak orang mengenalnya dengan nama Pepsi .  Sebenarnya " Brad's drink " adalah na...

Asal-usul Pepsi

Sejarah Pepsi-Cola. Di Indonesia banyak orang mengenalnya dengan nama Pepsi

Sebenarnya "Brad's drink" adalah nama awalnya, diperkenalkan oleh seorang ahli farmasi Caleb Bradham di New Bern, Carolina Utara, Amerika Serikat.

              


Pada tahun 1898 namanya diubah menjadi Pepsi-Cola. Asal mula Pepsi bertujuan untuk mengobati sakit perut, Caleb Bradham memperoleh nama Pepsi dari penyakit dispepsia. Minuman ini terbuat dari air berkarbonat, vanila, minyak pati, pepsin, gula dan buah kola.


Tahun 1903 Pepsi-Cola memulai produknya dalam kemasan botol, dimulai dari sebuah gedung yang disewa. Pada tahun itu Caleb Bradham menjual 7,968 produknya. Tahun berikutnya Pepsi dikemas dengan botol ukuran enam ons dan penjualannya naik menjadi 19,848. Pada tahun 1905 mengganti logonya pertama kali sejak dari bentuk aslinya pada 1898, dan pada 1906 logonya diubah lagi. 



Pada tahun 1909, Barney Oldfield seorang perintis perlombaan automobil menyokong Pepsi-Cola dalam iklan surat kabar yang mengatakan "Minuman yang menyegarkan, mencerdaskan perteguhan yang baik sebelum perlombaan". Setelah tujuh belas tahun masa kesuksesan Pepsi-Cola, Caleb Bradham kehilangan Pepsi-Cola dikarenakan salah menilai harga gula selama Perang Dunia I, dan Pepsi-Cola pun menjadi bangkrut pada tahun 1923.

Pada tahun 1931, Pepsi-Cola dibeli oleh Loft Permen presiden Perusahaan Loft, Charles G Guth melakukan perubahan pada produk minuman ringan populer ini. Charles G Guth berjuang untuk membuat keberhasilan Pepsi-Cola dan sempat mencoba menawarkan untuk menjual Pepsi-Cola kepada Perusahaan Coca-Cola, namun Coca-Cola menolak untuk menerima tawarannya.

foto : Iklan Pepsi zaman dulu

Pada tahun 1940, sejarah dibuat Pepsi-Cola dengan iklan pertama yang disiarkan secara nasional, iklan yang mengacu pada harga dan kuantitas Pepsi-Cola. Menjdaikan rejor hit dan tercatat dalam lima puluh bahasa.


Pada tahun 1964, Diet Pepsi mulai diperkenalkan dan merupakan minuman diet bergas yang pertama di Amerika Serikat.


Coca-Cola telah menjadi salah satu merk paling berharga dan sukses dalam sejarah industri modern. Dikenal pula sebagai ‘coke...

Asal-usul Coca-Cola

Coca-Cola telah menjadi salah satu merk paling berharga dan sukses dalam sejarah industri modern.


Dikenal pula sebagai ‘coke’ , Coca-Cola diyakini menjadi minuman ringan terlaris dunia.

Minuman berkarbonasi ini berhasil mempertahankan popularitasnya selama lebih dari satu abad meskipun harus menghadapi banyak saingan, dengan Pepsi dianggap sebagai pesaing terkuat.

Penemu Coca-Cola

Meskipun konsumsi berlebihan minuman berkarbonasi dianggap menimbulkan risiko kesehatan, menariknya, orang yang menemukan Coca-Cola adalah seorang apoteker!

        

Dr. John Stith Pemberton, seorang ahli farmasi lokal dari Atlanta, AS, adalah yang menemukan Coca-Cola.
Dia membuat resep pertamanya dalam tiga ketel kuningan di halaman belakang rumahnya. Pemberton lantas membawa minuman racikannya ke apotek Jacob dan mulai mempromosikannya.

Minuman ini pertama kali dijual di apotek yang sama pada 8 Mei 1886. Sekitar sembilan porsi minuman terjual setiap harinya dengan harga 5 sen untuk setiap porsi.
Sebelum menemukan resep Coca-Cola, John S. Pemberton telah lama terobsesi menemukan obat sekaligus minuman yang bisa menyembuhkan berbagai keluhan.

Selama masa itu, laporan tentang manfaat kesehatan dari tanaman coca (koka) telah banyak tersebar.
Coca dikenal sebagai stimulan, afrodisiak dan juga memiliki sifat melancarkan pencernaan. Dengan begitu banyak kegunaan, coca menjadi tanaman yang dicari Pemberton.


Angelo Mariani, seorang Korsika telah lebih dulu membuat anggur coca (coca wine), yang disebut Vin Mariani dan mendapat sukses besar di Eropa.
Banyak selebriti, termasuk Thomas Edison, Ratu Victoria dan bahkan tiga Paus diyakini menjadi penyuka minuman ini.

Didorong oleh keberhasilan Vin Mariani, Pemberton meluncurkan merek sendiri – Pemberton’s French Wine Coca yang dia diiklankan sebagai ‘minuman intelektual’.
Selain eksrak daun coca, Dr Pemberton juga menggunakan kacang kola dalam minuman ini. Namun, seiring munculnya ‘gerakan kesederhanaan’ di AS, Pemberton segera menyadari bahwa tidak mungkin baginya menjual minuman yang didasarkan pada alkohol.

Oleh karena itu, dia mulai bekerja untuk menemukan formula minuman yang memiliki ekstrak daun coca dan kacang kola tetapi tidak memiliki kandungan alkohol.
Akhirnya pada tahun 1886, dia berhasil menemukan formula sirup yang kemudian menjadi resep minuman Coca-Cola awal.

Asal Nama Coca-Cola

Sekretaris Dr. Pemberton, Frank Robinson, adalah yang mengusulkan kata Coca-Cola.

Nama Coca-Cola diambil sebagai gabungan dari dua bahan utama pembuat minuman ini yaitu daun coca dan kacang kola. Huruf ‘k’ pada kacang kola lantas diganti menjadi huruf ‘c’ agar lebih seirama.
Frank Robinson lebih lanjut meyakinkan Pemberton untuk mengiklankan minuman hasil kreasinya.

Robinson yang dikenal memiliki tulisan tangan yang bagus selanutnya juga menggunakan bakatnya untuk merancang logo populer Coca-Cola.
Namun, tahun pertama bisnis tidak berlangsung mulus. Meskipun memiliki potensi, minuman ini gagal mendapatkan tempat yang layak di pasar.
Faktor kegagalan sebagian dipicu oleh keterampilan bisnis Pemberton yang kurang mumpuni, sementara kondisi kesehatan Pemberton yang menurun juga disinyalir turut berkontribusi.

Pada tahun 1887, Pemberton menjual hak formula Coca-Cola ke apoteker dan pengusaha Atlanta lain, Asa Candler, seharga $ 2.300.
Pada tahun 1892, Candler membentuk sebuah perusahaan di Georgia bernama ‘The Coca-Cola Company’.

Karena pemasaran yang agresif dan ketajaman insting bisnis Asa Candler, pada tahun 1890-an Coca-Cola telah memantapkan dirinya sebagai salah satu minuman paling populer di Amerika Serikat.
Awal abad ke-20 menyaksikan minuman ini mampu melintasi perbatasan negara untuk dijual di Kanada.
Sekitar waktu yang sama, Coca-Cola memulai praktek menjual sirup (ekstrak) minuman kepada perusahaan pembotolan independen, model yang masih diikuti oleh industri minuman ringan hingga saat ini.
Sungguh ironis bahwa penemu Coca-Cola, Dr Pemberton, meninggal dua tahun setelah menciptakan minuman legendaris ini dan tidak sempat menyaksikan keberhasilan penemuannya.


“Orang Pintar, Minum Tolak Angin,” siapa yang tak kenal dengan tag line iklan tersebut. Saya yakin, persepsi kita sama. Ini adalah produk j...

Asal-usul tolak angin Sido muncul

“Orang Pintar, Minum Tolak Angin,” siapa yang tak kenal dengan tag line iklan tersebut. Saya yakin, persepsi kita sama. Ini adalah produk jamu yang dikemas secara modern bernama Tolak Angin.


PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (IDX: SIDO) adalah perusahaan jamu tradisional dan farmasi dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir. Berawal pada tahun 1940 di Yogyakarta, dan dikelola oleh Ny. Rahkmat Sulistio, 

(gambar : Ny. Rahkmat Sulistio)
Sido Muncul yang semula berupa industri rumahan ini secara perlahan berkembang menjadi perusahaan besar dan terkenal seperti sekarang ini. Pada tahun 1951, Sido Muncul mulai berdiri.
Sejarah
Di tengah persaingan sektor Industri jamu yang semakin ketat, Sido Muncul telah berhasil memiliki market share terluas dan reputasi yang baik sebagai industri jamu terbesar di Indonesia. Keberhasilan yang telah dicapai saat ini tentunya tidak terlepas dari peran dan pelaku pendiri industri ini. 
Perusahaan yang kini sudah berhasil masuk Bursa Efek Indonesia sejak Desember 2013 itu dilalui melalui perjalanan yang cukup panjang. Berawal dari keinginan pasangan suami istri Siem Thiam Hie yang lahir pada tanggal 28 Januari 1897 dan wafat 12 April 1976 bersama istrinya Ibu Rakhmat Sulistio yang terlahir pada tanggal 13 Agustus 1897 dengan nama Go Djing Nio dan wafat 14 Februari 1983, memulai usaha pertamanya dengan membuka usaha Melkrey, yaitu usaha pemerahan susu yang besar di Ambarawa.  
Pada tahun 1928, terjadi perang Malese yang melanda dunia. Akibat perang ini, usaha Melkrey yang mereka rintis terpaksa gulung tikar dan mengharuskan mereka pindah ke Solo, pada 1930. Tanpa menyerah, pasangan ini kemudian memulai usaha toko roti dengan nama Roti Muncul. Lima tahun kemudian, berbekal kemahiran Ibu Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) dalam mengolah jamu dan rempah-rempah, pasangan ini memutuskan untuk membuka usaha jamu di Yogyakarta.


Tahun 1941, mereka memformulasikan Jamu Tolak Angin yang saat itu menggunakan nama Jamu Tujuh Angin. Ketika perang kolonial Belanda yang kedua pada tahun 1949, mereka mengungsi ke Semarang dan mendirikan usaha jamu dengan nama Sido Muncul, yang artinya "impian yang terwujud". Di Jalan Mlaten Trenggulun No. 104 itulah, usaha jamu rumahan dimulai dengan di bantu oleh tiga orang karyawan.
Pada tahun 1951, keluarga Ny. Rahkmat Sulistioningsih (Go Djing Nio) pindah ke Semarang, dan di sana mereka mendirikan pabrik jamu secara sederhana namun produknya diterima masyarakat secara luas. Karena semakin bersarnya usaha keluarga ini, maka modernisasi pabrik juga merupakan suatu hal yang mendesak.
Pada 1984, PT. Sido Muncul memulai modernisasi pabriknya, dengan merelokasi pabrik sederhananya ke pabrik yang representatrif dengan mesin-mesin modern.
Pada 11 November 2000, PT Sido Muncul kembali meresmikan pabrik baru di Ungaran yang lebih luas dan modern. Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan waktu itu, dan pada saat itu pula PT Sido Muncul memperoleh 2 penghargaan sekaligus, yakni Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai salah satu pabrik jamu berstandar farmasi. Lokasi pabrik sendiri terdiri dari bangunan pabrik seluas 7 hektare, lahan Agrowisata ,1,5 hektare, dan sisanya menjadi kawasan pendukung lingkungan pabrik.
Pada tanggal 10 Februari 2010 telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik bahan baku herbal seluas 3.000 m2.
Lain-lain
Logo Jamu Sido Muncul yang berupa ibu dan anaknya adalah gambar Ny. Rahkmat Sulistio, pendiri Jamu Sido Muncul beserta cucunya, Irwan Hidayat.

(gambar:Irwan Hidayat)
saat itu berusia 4 tahun. Irwan Hidayat sejak tahun 1972 sampai sekarang adalah Presiden Direktur PT Sido Muncul.


Post Bottom Ad

loading...
loading...